Jumat, 26 Februari 2010

Big Fat Lover

Kita beri dia nama LIPIDA karena begitulah dia. Baru kelas 2 SMA, lemaknya menjulai kemana-mana, pipinya bulat seperti bakso, baju dan celananya besar, serasa berat pindah kemana-mana.

Suatu hari dia bertanya pada ibunya, "Mah, apakah aku ini tidak bisa kurus?"
"biar apa kurus?"
"ya biar gantengan lah mah"
"ini juga udah ganteng, kok, pid. Kamu dikatain lagi?"
"Nggak sih, cuma ya... aku pengen punya pacar mah."
Sang Mamah terpana melihat anak kecil yang serasa kemarin masih menyusu padanya kini berubah jadi anak dewasa yang melihat cinta adalah kebutuhan.
"Wow? kamu serius? udah deh jangan dikurus2in entar malah sakit lho. Kalo mau cari pacar harus yang terima kamu apa adanya begini."
"Oh gitu ya mah? yaudah deh aku biasa2 aja yang penting dia juga suka ya mah hehe."
Sang ibu bijak, sayang, idiom itu sudah tak berguna lagi di zaman ini. Apa adanya? bukan. Tapi "adanya apa?"

Suatu hari lagi di sekolah, ia makan siang di kantin bersama teman2 setianya walaupun cuma 2 orang. Saat asyik2nya melahap Lauk ati ampela, ia melihat sesosok makhluk yang ia sebut itu MAWAR (bukan nama sebenarnya). Sang Mawar mendekati si Lipida, tapi bukan untuknya, melainkan untuk Pangalila, ya artis, pemain sinetron, ganteng, cerdas, istimewa di sekolah. Yang paling penting dia tidaklah antagonis, rajin berderma, rendah hati, ibadah pol, dan pandai bergaul. "Hei, Panga, lagi makan aja nih?"
"iya, jel, lo mau makan juga?"
"Iya hehe, enaknya makan apa ya?"
"Apa aja boleeeeh, hehehe. Becanda. Makan lah gado gado tuh sehat."
"Oke deh gua pesen."
Di perantauan mengisi bahan kehidupan, ia bertabrakan dengan Lipida. Angel terjatuh, tersungkur, berantakan. "IIIIIH elo liat2 dong kalo jalan."
"Ma..Maaf Maw.. Eh Angel."
"Bantuin berdiri dong ini sakit."
seketika itu untuk pertama kalinya si lipida memegang tangan Mawar. Wow, sungguh pengalaman tak tergantikan. "Oke thanks ya, lain kali hati2 oke." santun Mawar. Pengalaman terindah buat Lipida.

Si Lipida ini sepertinya benar2 tergila2 pada Mawar. Facebook, blog, twitter, plurk, bahkan google pun hanya dibuka untuk update semua tentang
Angel a.k.a Mawar. seringkali Ia menangis merintih sendirian melihat update tentangnya menyatakan perasaan hati si Mawar buat Pangalila. Bahayanya lagi, sepertinya Pangalila menaruh hati pada Mawar dan tinggal menunggu waktu mereka meresmikan hubungan mereka.

Lipida teringat bahwa dia pernah punya nomernya si Mawar. Berpikir sejenak, ia memutuskan untuk tidak SMS si Mawar. Ia memilih main game di komputer. Pekerjaan sehari2nya yang kurang berguna. Sudah selesai ia menghampiri Hp nya untuk online, tepatnya untuk update semua tentang Mawar. Sial belum ada hal baru di post olehnya. Tiba2 ada 1 new message di HP nya. Setelah dibuka, alangkah terkejutnya bahwa Si Mawar yang SMS. "Hei Pid, ini nomer lo kan?"
dibalaslah sama Lipida sumringah. "Iya, ini siapa?" Seketika itu muncullah percakapan sms.
"Angel, tau dong yang kemaren lo tabrak? hehe. Denger2 dari anak2 lo jago bikin cerpen percintaan ya?"
"Ha? apaan tuh boong biasa aja. emang ada apaan?"
"Itu, gw boleh kan konsultasi cinta sama lo?"
"Lah, kok gua?"
"ya ga tau aja gw maunya sama lo."
Ini kesempatan Lipida untuk membuktikan pada Mawar kalau dia pintar juga dan untuk mendekati Mawar ia harus pakai cara ini. "Oke deh boleh, ada masalah apa jel?"
"gini, lo tau kan si Panga tuh ngasih harapan sama gw dan gw juga suka sama dia. tapi mana ada sih cewe duluan yang nembak. gimana sih caranya biar gw ngasih sinyal ke Panga buat nembak gw?"
Wow, menyakitkan buat Lipida, tapi mungkin menolong sedikit dengan ekspektasi pertolongan kita gagal dan Mawar bisa berpaling dari Pangalila ke Lipida adalah strategi yang bagus.

"Hmm.. mungkin lo bisa ngobrolin sedikit lebih agresif sama dia, buat aja dia melting kalo lagi ngobrol, misalnya lo liat terus matanya, lo ngomong sedikit lebih berbisik, dengan suara halus pasti dia melted deh sama lo hehe."
Wow kata2 itu sungguh bagus dan strategi luar biasa untuk unloved boy kaya Lipida.
Angel nge reply,"wah boleh juga ide lo, tapi gw kan malu -,-"
"gausah malu lah kalo cinta, daripada begini terus?"
"Oke deh gw coba, tapi kalo gagal awas lho hehehe. thx ya pid, wah sori nih ngerepotin."
"Iya sama2 sukses ya :D"
percakapan sms pun selesai. Lipida merasa di atas angin karen ia merasa kontrol hati si Mawar sudah ia pegang.

Keesokan harinya di sekolah, ia melihat Mawar berduaan dengan Pangalila di bawah pohon rindang. Dari kejauhan Lipida memata2i mereka dan sepertinya Mawar benar2 menjalankan misi si Lipida. Nampaknya berhasil membuat luluh Pangalila. Lihat saja muka mereka berdua memerah. Lipida nampaknya kesal karena ia termakan strateginya sendiri. Namun apa yang terjadi tiba2 mereka berdua berubah ekspresi dan sama2 menjauh. Lipida keheranan melihatnya. Apakah kiranya yang terjadi pada mereka?

Malamnya Lipida menanyakan hal yang terjadi pada Mawar. Awalnya sms basa basi. "Hei jel, gimana tadi berhasil ga?"
"tau ah..."
"eh? kenapa sih?"
"gw bete aja si panga bukannya nembak gw malah bilang di mau pindah ke USA"
"ha? kok bisa?"
"tau tuh ah, udah gw bete sebete2nya. gw rasa cukup gw naruh hati sama dia."
Lipida menyambut berita duka itu dengan senyum ironi. Wajarlah jika Lipida merasa punya kesempatan lagi. "yaudah yang sabar ya, mungkin emang bukan dia atau belum waktunya lo sama dia, masih banyak kok cowo lain yang suka dan ngerti sama lo."
"iya pid, thx ya udah mau bantuin gw, gw gatau deh kalo ga ada lo gw bisa tenangnya gimana."

Sejak saat itu mereka berdua jadi akrab di sms, sampai2 Lipida sibuk beli pulsa untu sms Mawar saja, update facebook dan twitter Lipida pun cuma untuk Mawar, tapi Mawar cuma update kegiatan sehari2nya, tidak ada bau percintaan. Lipida tetap tidak pantang menyerah.

Suatu hari Mawar update di twitternya. "hello, I LOVE YOU, boy."
Lipida yang geer langsung sms Mawar. "ciee buat siapa tuh twitter? hehe"
"ada deeh mau tau aja :p"
Dari gelagat sms si Mawar, Lipida pun makin geer. Langsung di benaknya ia merencanakan sesuatu.

Suatu waktu lagi di percakapan SMS, kali ini Lipida berniat mengekang hati Mawar untuknya. "Angel, gua boleh nanya ga?"
"Nanya apa pid?"
"sebenernya lo suka sama siapa?"
"apa sih? ga ada kok"
"bener?"
"iya woy napa sih?"
"sebenernya gua yang suka sama lo"
1 jam sms Lipida belum di reply. Akhirnya Mawar pun membalas.
"sori baru bales, haha lo mah becandanya keterlaluan."
"siapa yang becanda, gua serius."
"oh, maaf deh kalo gitu, terus?"
Lipida bingung bukan main apa yang harus ia lakukan, ia ingin punya pacar tapi ia malu untuk mengutarakan. Belum lagi ketakutannya karena ia gemuk maka ia pikir ia tidak pantas untuk Mawar.
"ya gua cuma mau bilang itu aja, maaf ya."
"iya gpp kok pid. maaf juga ya."

Setelah peristiwa itu sudah sebulan mereka tidak smsan lagi. Lipida terus memantau perkembangan si Mawar, tapi malah nihil hasilnya.

Suatu hari lagi untuk kesekian kalinya, Lipida membuka facebook, tiba2 ia tercengang melihat berita di home page. "Angelina Revalia is now in a relationship with Randy Pangalila."
Lipida yang shock langsung SMS Mawar. "Jel itu lo beneran jadian sama Panga? ciee selamat ya, peje peje oke hehehe." Lama ditunggu, SMS balasan pun tak kunjung datang. Entah Mawar tak enak hati dengan Lipida, atau ia ganti nomor HP Lipida tidak pernah tahu. Sejak saat itu Lipida sering uring2an. Makan tidak nafsu, seharian hanya bengong di sekolah, di rumah, bahkan main game pun tidak mau. Si Mamah curiga melihatnya dan menanyakan pada Lipida."Pid, kamu kenapa? kok makan ga pernah habis?"
"ga kenapa2 kok mah."
"bener nih? diet ya?"
"ga kok lagi ga laper aja."
"ah masa? cerita dong kalo ada masalah."
"Ga ada kok mah, nilai aku di sekolah stabil aja, temen2 juga oke. tenang aja mah."
Lipida memang pandai menyembunyikan perasaan, tapi sebenarnya ia butuh tempat untuk mengungkapkan perasaannya. Gejala2 seperti inilah yang menimbulkan sifat seperti psikopat.

Selanjutnya tidak ada yang istimewa lagi dalam kehidupan Lipida. Ia masih menyimpan perasaan untuk Mawar yang melaksanakan LDR dengan Pangalila. Lipida hanya bisa ikhlas mengetahui kenyataan bahwa orang2 berbadan kurang proporsional dan tidak pede sepertinya sulit dan mustahil mendapatkan hati wanita yang super feminin dan menjadi idola di mana2. Tapi ia sadar bukan cuma dia, masih banyak lagi yang lain bernasib sama sepertinya. Hidup masih harus berlanjut. Tak ada pikiran untuk mengakhirinya sekarang di benak Lipida. Ia hanya bisa Ikhlas dan belajar dari pengalaman. Jadilah orang yang tidak malu pada kenyataan dan jadikan kekurangan itu kelebihan kita. Yang paling penting, pemeran antagonis dalam cerita hidup kita adalah hati kita sendiri. Toh masih banyak orang gemuk yang mendapatkan keinginannya di dunia.

0 comments: